"Kedalam tanganmu, para pembina iman anak, Allah mempercayakan ciptaan-ciptaanNya yang mungil....
Kamulah yang dipercayai oleh Allah untuk menjadi "guru" yang memperkenalkan Allah dan rencana keselamatanNya."
-Beato Paus Yohanes Paulus II-
Selamat datang....kakak.....
Terima kasih ya...mau peduli dan perhatian dengan adik-adik kecil kita....
mau mendampingi, belajar tentang iman, bernyanyi, menari, bercerita dan berkreasi dengan adik-adik kita...
Yuk, saling tukar menukar ide kreativitas, nyayian, gerak dan lagu....biar acara sekolah minggu di tempat kita bisa tuambah meriah.....
Selamat melayani kakak......
Tuhan memberkati

piaku

piaku
Paskah 2014

Selasa, 17 Juli 2012

“mengasihi sesama”

Tema : “mengasihi sesama”
Bacaan : Matius 10: 37-42
Ayat emas : dan barang siapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia muridKu, Aku berkata kepadamu: Sungguh’ia tidak akan kehilangan upahnya.”
Cerita
Raja Pengemis
Menurut cerita legenda, pada zaman dahulu Irlandia diperintah oleh seorang raja yang tidak mempunyai anak. Pada suatu hari raja itu memerintahkan para kurirnya untuk menyampikan pengumuman kepada rakyat di seluruh wilayah kerajaannya. Isi pengumuman itu berupa nasehat agar setiap pemuda yang terpelajar mengdakan wawancara dengan sang raja sebagai calon penguasa kerajaan yang akan datang. Namun semua calon itu harus memenuhi dua persyaratan : mencintai Tuhan dan mencintai sesama. Ada seorang pemuda, ketika membaca pengumuman ini merasa bahwa dirinya telah memenuhi syarat tersebut. Tapi hanya satu kekurangannya yang menghentikan keinginannya yaitu ia sangat miskin, ia tidak mempunyi pakaian yang pantas untuk menghadap raja. Ia juga tidak mempunyai uang untuk membeli bekal dalam perjalanan jauh menuju istana raja. Kemudian apa yang ia kerjakan? Pemuda itu pergi meminta-minta dan meminjam kepada para tetangganya, sehingga akhirnya ia mendapatkan cukup banyak uang untuk membeli pakaian dan bekal selama dalam perjalanan. Dengan berpakaian rapi dan menarik pemuda itu melanjutkan perjalanannya dan ketika menjelang akhir perjalanannya ia berjumpa dengan seorang pengemis yang berpakaian dekil dan tampak gemetaran sedang duduk dipinggir jalan. Pemuda itu sangat tergerak hatinya oleh belas kasihan melihat keadaan pengemis itu. Segera ia membuka bajunya yang baru dan menukarkan dengan pakaian si pengemis. Dengan tidak berpikir panjang, ia memberikan semua persediaan uang dan bekal yang dimilikinya kepada pengemis. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya dengan mengenakan pakaian pengemis. Ketika sampai di istana, anak muda itu membungkuk di hadapan raja. Ketika ia mengangkat mukanya ia sangat terkejut:” Engkau...Engkau ! bukankah engkau si pengemis yang duduk di pinggir jalan itu?” “Ya.” Kata sang raja itu,”akulah pengemis itu, sebab aku ingin mengetahui apakah engkau sungguh-sungguh mencitai Tuhan dan sesama. Aku tahu bahwa kalau aku datang sebagai raja, tentu engkau akan terkesan oleh penampilanku. Engkau akan melakukan apa saja yang kuperintahkan, sebab aku seorang raja. Aku datang kepadamu sebagai seorang pengemis, yang tidak mengahrapkan apapun kecuali cinta dari dalam hatimu. Dan dengan demikian aku tahu bahwa engkau sungguh mencitai Tuhan dan sesama.”

Gimana adik-adik setelah mendengar cerita tadi....wah-wah sungguh mengharukan ya kisah pemuda tadi. Pemuda yang mempunyai hati yang sungguh mulia. Walaupun ia tahu bahwa pakaian dan bekal yang ada itu mungkin sangat berguna dalam hidupnya, tapi dengan niat yang tulus ia berikan kepada seorang pengemis tadi. Dari kisah tadi kita belajar bahwa jika kita menolong sesama kita dengan tulus hati dan tanpa embel-embel di belakangnya misalnya balas jasa,imbalan tertentu, rasa ingin dipuji, tentu menyenangkan hati Tuhan. Ingat dalam bacaan Injil tadi bahwa Tuhan Yesus bersabda barang siapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia muridKu, Aku berkata kepadamu: Sungguh’ia tidak akan kehilangan upahnya.” Semoga saja kita lebih banyak mengasihi sesama kita yang sedang membutuhkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Pembina PIA Kumetiran